TAHUKAH ANDA : Rasulullah SAW sepanjang 63 tahun kehidupan baginda SAW, TIDAK PERNAH KENYANG ?
(Yang cinta pada Saiyidina Rasulullah SAW jangan lupa share kepada saudara-saudara muslim yang lain)
Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam solat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah SAW bergeser antara satu sama lain. Saiyidina Umar RA yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya baginda SAW setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Tuan sakit?”
Namun Rasulullah SAW menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sihat dan segar.” Mendengar jawapan ini Siyidina Umar RA melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”
Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya,Rasulullah SAW pun mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah SAW yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah SAW bergerak.
Saiyidina Umar RA memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”
Rasulullah SAW menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”
Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah SAW melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”
MasyaALLAH betapa cintanya Rasulullah SAW kepada umatnya...semoga kelak di akhirat nanti kita mendapatkan Syafa'atul Udzmah di Yaumil Qiyamah nanti..dan kita di kukuhkan keimanan serta keIslaman kita agar terus meneladaninya... آميـن اللّـهُمَّ آميـــــن
(Yang cinta pada Saiyidina Rasulullah SAW jangan lupa share kepada saudara-saudara muslim yang lain)
Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam solat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah SAW bergeser antara satu sama lain. Saiyidina Umar RA yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya baginda SAW setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Tuan sakit?”
Namun Rasulullah SAW menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sihat dan segar.” Mendengar jawapan ini Siyidina Umar RA melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”
Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya,Rasulullah SAW pun mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah SAW yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah SAW bergerak.
Saiyidina Umar RA memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”
Rasulullah SAW menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”
Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah SAW melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”
MasyaALLAH betapa cintanya Rasulullah SAW kepada umatnya...semoga kelak di akhirat nanti kita mendapatkan Syafa'atul Udzmah di Yaumil Qiyamah nanti..dan kita di kukuhkan keimanan serta keIslaman kita agar terus meneladaninya... آميـن اللّـهُمَّ آميـــــن

No comments:
Post a Comment