Wahabi Salahpi Kata --- Part 2
Wahabi Salahpi kata; Bila belajar ilmu tasawwuf dan amal zikir tareqat, itu adalah Syiah. Benar ke ?
Jom kita lihat. Apa kata ulamak Ahlus Sunnah Wal Jamaah kata berdasarkan Al Quran dan Sunnah.
Agama Islam meliputi 3 (tiga) unsur terpenting yaitu, ISLAM, IMAN dan IHSAN.
Sebuah hadis menguraikan sebagai berikut:
Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata,
“Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.”
Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”
Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang iman.”
Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.”
Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.”
Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.
Dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).”
Rasulullah menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab, “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata.
Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw lantas berkata, “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.” (HR. Muslim)
Tentang Islam kita dapat temukan dalam ilmu fiqih, sasarannya syari’at lahir, umpanya, sholat, puasa, zakat, naik haji, perdagangan, perkawinan, peradilan, peperangan, perdamaian dll.
Tentang Iman kita dapat temukan dalam ilmu tauhid (usuluddin), sasarannya i’tiqad (akidah / kepercayaan), umpamanya bagaimana kita (keyakinan dalam hati) terhadap Tuhan, Malaikat-Malaikat, Rasul-Rasul, Kitab-kitab suci, kampung akhirat, hari bangkit, surga, neraka, qada dan qadar (takdir).
Tentang Ihsan kita dapat temukan dalam ilmu tasawwuf, sasarannya akhlak, budi pekerti, bathin yang bersih, bagaimana menghadapi Tuhan, bagaimana muraqabah dengan Tuhan, bagaimana membuang kotoran yang melengket dalam hati yang mendinding (hijab) kita dengan Tuhan, bagaimana Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Inilah yang dinamakan sekarang dengan Tasawwuf.
Setiap Muslim harus mengetahui ketiga-tiga juzuk ini sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya dan memegang serta mengamalkannya sehari-hari.
Ilmu Tauhid untuk bertugas membahas soal-soal i’tiqad, seperti i’tiqad mengenai keTuhanan, keRasulan, hari akhirat dan lain-lain sebagainya .
Ilmu Fiqih bertugas membahas soal-soal ibadat lahir, seperti solat, puasa, zakat, naik haji dan lain
Ilmu Tasawwuf bertugas membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak dan budi pekerti, bertalian dengan hati, yaitu cara-cara ikhlas, khusyu, tawadhu, muraqabah, mujahadah, sabar, ridha, tawakal dan lain-lain.
Ringkasnya: tauhid ta’luk kepada i’tiqad, fiqih ta’luk kepada ibadat, dan tasawwuf ta’kluk kepada akhlak
Kepada setiap orang Islam dianjurkan supaya beri’tiqad sebagaimana yang diatur dalam ilmu tauhid (usuluddin), supaya beribadat sebagaimana yang diatur dalam ilmu fiqih dan supaya berakhlak sesuai dengan ilmu tasawwuf.
Justeru itu, dalam persoalan seseorang muslim itu WAJIB mempunyai akhlak yang mulia, maka hendaklah dia mempelajari Ilmu Tasawwuf agar dia jadi seorang yang sabar, pemurah, berani, tegas, pemurah dan segala sifat-sfat terpuji menghiasi dirinya. ADAKAH INI ILMU SYIAH ?
Nanti Wahabi Salahpi akan kata : …. Di zaman Rasulullah SAW tidak ada istilah ILMU TASAWWUF.
Maka kita jawab : …. Di zaman Rasulullah SAW juga tidak ada istilah Ilmu Hadis, Ilmu Qiraat Al Quran, Ilmu Tajwid, Ilmu Nahu, Ilmu Saraf dan lain-lain. Kesemua ilmu-ilmu tersebut kebanyakannya di susun setelah Rasulullah SAW wafat selama 200 hingga 300 tahun. Mungkin kerana Ilmu Tajwid dan Qiraatul Quran itu disusun sekitar 250 tahun selepas kewafatan Rasulullah SAW maka ramai puak Wahabi Salahpi tidak mahu mempelajarinya kerana pada mereka itu ilmu bida’ah.
Dan dari Ilmu Tasawwuf disusun wirid-wirid zikir, agar seseorang Muslim itu dikala tidak ada iabadah khusus yang mereka lakukan seperti solat, baca Al Quran dan sebagainya. Maka masa yang ada diisi dengan melafazkan zikir dan wirid. Sambil memandu kereta mereka berzikir wirid. Sambil berjalan, sambil, berdiri, sambil berbaring, sambil duduk, mereka akan berzikir. APAKAH BERZIKIR MENGINGATI ALLAH ITU BIDA’AH ? Jika ya, nyata sekali Wahabi Salahpi ini tidak mengikuti Al Quran dan Sunnah. Kesimpulannya ; Wahabi Salahpi BUKAN Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Ingat nasihat Imam Maliki dan Imam Syafei :
1. Nasihat Imam Syafei :
فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح
فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح
Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya. Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?
[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]
Sayang nyabait dari diwan ini telah dihilangkan oleh wahabi salahpi dalam kitab diwan syafei yg dicetak oleh percetakan wahabi…..
2. . Nashihat IMAM MALIK RA:
و من تصوف و لم يتفقه فقد تزندق
من تفقه و لم يتصوف فقد تفسق
و من جمع بينهما فقد تخقق
“ dia yang sedang Tasawuf tanpa mempelajari fikih rusak keimanannya , sementara dia yang belajar fikih tanpa mengamalkan Tasawuf, rosaklah dia . hanya dia siapa memadukan keduaannya terjamin benar .
Imam Maliki dan Imam Syafie adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
JADI DI MANA SYIAHNYA TASAWWUF ?
Seperti biasa. Apabila hujjah Wahabi Salahpi dapat dipatahkan, maka Wahabi Salahpi akan menuduh si penghujjah sebagai AHBASH.
Mengapa AHBASH ?
Kerana AHBASH adalah sebuah gerakan Ahlus Sunnah Wal Jamaah bermazhab Syafie di zaman ini yang banyak mendapat kejayaan membawa dalil dari Al Quran dan Sunnah dan ijithad ulamak-ulamak muktabar dalam mendedahakn kesesatan Wahabi Salahpi membida'ahkan dan mensyirikkan umat Islam (takfir) yang tidak sefahaman dengan mereka. Maka bertungkus lumuslah Wahabi Salahpi memomok-momokkan AHBASH agar masyarakat takut kepada AHBSAH. Bila masyarakat takut dan benci kepada AHBASH, maka hujjah AHBASH dalam mendedahkan kesesatan Wahabi Salahpi tidak diterima oleh masyarakat. Maka semakin senanglah Wahabi Salahpi menyesatkan masyarakat dan mengajar mereka berlaku takfir (membida'ahlan, menyesatkan dan mensyirikkan orang yang tidak sependapat dengan mereka).
Jika anda digelar AHBASH oleh pengikut Wahabi Salahpi, maka BERSYUKURLAH. Kerana Wahabi Salahpi telah mengiktiraf anda sebagai pejuang Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang menentang perbuatan takfir oleh Wahabi Salahpi. — with Mohd Hanif and 9 others.
Wahabi Salahpi kata; Bila belajar ilmu tasawwuf dan amal zikir tareqat, itu adalah Syiah. Benar ke ?
Jom kita lihat. Apa kata ulamak Ahlus Sunnah Wal Jamaah kata berdasarkan Al Quran dan Sunnah.
Agama Islam meliputi 3 (tiga) unsur terpenting yaitu, ISLAM, IMAN dan IHSAN.
Sebuah hadis menguraikan sebagai berikut:
Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata,
“Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.”
Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”
Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang iman.”
Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.”
Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.”
Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.
Dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).”
Rasulullah menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab, “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata.
Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw lantas berkata, “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.” (HR. Muslim)
Tentang Islam kita dapat temukan dalam ilmu fiqih, sasarannya syari’at lahir, umpanya, sholat, puasa, zakat, naik haji, perdagangan, perkawinan, peradilan, peperangan, perdamaian dll.
Tentang Iman kita dapat temukan dalam ilmu tauhid (usuluddin), sasarannya i’tiqad (akidah / kepercayaan), umpamanya bagaimana kita (keyakinan dalam hati) terhadap Tuhan, Malaikat-Malaikat, Rasul-Rasul, Kitab-kitab suci, kampung akhirat, hari bangkit, surga, neraka, qada dan qadar (takdir).
Tentang Ihsan kita dapat temukan dalam ilmu tasawwuf, sasarannya akhlak, budi pekerti, bathin yang bersih, bagaimana menghadapi Tuhan, bagaimana muraqabah dengan Tuhan, bagaimana membuang kotoran yang melengket dalam hati yang mendinding (hijab) kita dengan Tuhan, bagaimana Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Inilah yang dinamakan sekarang dengan Tasawwuf.
Setiap Muslim harus mengetahui ketiga-tiga juzuk ini sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya dan memegang serta mengamalkannya sehari-hari.
Ilmu Tauhid untuk bertugas membahas soal-soal i’tiqad, seperti i’tiqad mengenai keTuhanan, keRasulan, hari akhirat dan lain-lain sebagainya .
Ilmu Fiqih bertugas membahas soal-soal ibadat lahir, seperti solat, puasa, zakat, naik haji dan lain
Ilmu Tasawwuf bertugas membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak dan budi pekerti, bertalian dengan hati, yaitu cara-cara ikhlas, khusyu, tawadhu, muraqabah, mujahadah, sabar, ridha, tawakal dan lain-lain.
Ringkasnya: tauhid ta’luk kepada i’tiqad, fiqih ta’luk kepada ibadat, dan tasawwuf ta’kluk kepada akhlak
Kepada setiap orang Islam dianjurkan supaya beri’tiqad sebagaimana yang diatur dalam ilmu tauhid (usuluddin), supaya beribadat sebagaimana yang diatur dalam ilmu fiqih dan supaya berakhlak sesuai dengan ilmu tasawwuf.
Justeru itu, dalam persoalan seseorang muslim itu WAJIB mempunyai akhlak yang mulia, maka hendaklah dia mempelajari Ilmu Tasawwuf agar dia jadi seorang yang sabar, pemurah, berani, tegas, pemurah dan segala sifat-sfat terpuji menghiasi dirinya. ADAKAH INI ILMU SYIAH ?
Nanti Wahabi Salahpi akan kata : …. Di zaman Rasulullah SAW tidak ada istilah ILMU TASAWWUF.
Maka kita jawab : …. Di zaman Rasulullah SAW juga tidak ada istilah Ilmu Hadis, Ilmu Qiraat Al Quran, Ilmu Tajwid, Ilmu Nahu, Ilmu Saraf dan lain-lain. Kesemua ilmu-ilmu tersebut kebanyakannya di susun setelah Rasulullah SAW wafat selama 200 hingga 300 tahun. Mungkin kerana Ilmu Tajwid dan Qiraatul Quran itu disusun sekitar 250 tahun selepas kewafatan Rasulullah SAW maka ramai puak Wahabi Salahpi tidak mahu mempelajarinya kerana pada mereka itu ilmu bida’ah.
Dan dari Ilmu Tasawwuf disusun wirid-wirid zikir, agar seseorang Muslim itu dikala tidak ada iabadah khusus yang mereka lakukan seperti solat, baca Al Quran dan sebagainya. Maka masa yang ada diisi dengan melafazkan zikir dan wirid. Sambil memandu kereta mereka berzikir wirid. Sambil berjalan, sambil, berdiri, sambil berbaring, sambil duduk, mereka akan berzikir. APAKAH BERZIKIR MENGINGATI ALLAH ITU BIDA’AH ? Jika ya, nyata sekali Wahabi Salahpi ini tidak mengikuti Al Quran dan Sunnah. Kesimpulannya ; Wahabi Salahpi BUKAN Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Ingat nasihat Imam Maliki dan Imam Syafei :
1. Nasihat Imam Syafei :
فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح
فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح
Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya. Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?
[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]
Sayang nyabait dari diwan ini telah dihilangkan oleh wahabi salahpi dalam kitab diwan syafei yg dicetak oleh percetakan wahabi…..
2. . Nashihat IMAM MALIK RA:
و من تصوف و لم يتفقه فقد تزندق
من تفقه و لم يتصوف فقد تفسق
و من جمع بينهما فقد تخقق
“ dia yang sedang Tasawuf tanpa mempelajari fikih rusak keimanannya , sementara dia yang belajar fikih tanpa mengamalkan Tasawuf, rosaklah dia . hanya dia siapa memadukan keduaannya terjamin benar .
Imam Maliki dan Imam Syafie adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
JADI DI MANA SYIAHNYA TASAWWUF ?
Seperti biasa. Apabila hujjah Wahabi Salahpi dapat dipatahkan, maka Wahabi Salahpi akan menuduh si penghujjah sebagai AHBASH.
Mengapa AHBASH ?
Kerana AHBASH adalah sebuah gerakan Ahlus Sunnah Wal Jamaah bermazhab Syafie di zaman ini yang banyak mendapat kejayaan membawa dalil dari Al Quran dan Sunnah dan ijithad ulamak-ulamak muktabar dalam mendedahakn kesesatan Wahabi Salahpi membida'ahkan dan mensyirikkan umat Islam (takfir) yang tidak sefahaman dengan mereka. Maka bertungkus lumuslah Wahabi Salahpi memomok-momokkan AHBASH agar masyarakat takut kepada AHBSAH. Bila masyarakat takut dan benci kepada AHBASH, maka hujjah AHBASH dalam mendedahkan kesesatan Wahabi Salahpi tidak diterima oleh masyarakat. Maka semakin senanglah Wahabi Salahpi menyesatkan masyarakat dan mengajar mereka berlaku takfir (membida'ahlan, menyesatkan dan mensyirikkan orang yang tidak sependapat dengan mereka).
Jika anda digelar AHBASH oleh pengikut Wahabi Salahpi, maka BERSYUKURLAH. Kerana Wahabi Salahpi telah mengiktiraf anda sebagai pejuang Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang menentang perbuatan takfir oleh Wahabi Salahpi. — with Mohd Hanif and 9 others.
![Photo: Wahabi Salahpi Kata --- Part 2
Wahabi Salahpi kata; Bila belajar ilmu tasawwuf dan amal zikir tareqat, itu adalah Syiah. Benar ke ?
Jom kita lihat. Apa kata ulamak Ahlus Sunnah Wal Jamaah kata berdasarkan Al Quran dan Sunnah.
Agama Islam meliputi 3 (tiga) unsur terpenting yaitu, ISLAM, IMAN dan IHSAN.
Sebuah hadis menguraikan sebagai berikut:
Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata,
“Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.”
Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”
Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang iman.”
Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.”
Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.”
Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.
Dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).”
Rasulullah menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab, “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata.
Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw lantas berkata, “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.” (HR. Muslim)
Tentang Islam kita dapat temukan dalam ilmu fiqih, sasarannya syari’at lahir, umpanya, sholat, puasa, zakat, naik haji, perdagangan, perkawinan, peradilan, peperangan, perdamaian dll.
Tentang Iman kita dapat temukan dalam ilmu tauhid (usuluddin), sasarannya i’tiqad (akidah / kepercayaan), umpamanya bagaimana kita (keyakinan dalam hati) terhadap Tuhan, Malaikat-Malaikat, Rasul-Rasul, Kitab-kitab suci, kampung akhirat, hari bangkit, surga, neraka, qada dan qadar (takdir).
Tentang Ihsan kita dapat temukan dalam ilmu tasawwuf, sasarannya akhlak, budi pekerti, bathin yang bersih, bagaimana menghadapi Tuhan, bagaimana muraqabah dengan Tuhan, bagaimana membuang kotoran yang melengket dalam hati yang mendinding (hijab) kita dengan Tuhan, bagaimana Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Inilah yang dinamakan sekarang dengan Tasawwuf.
Setiap Muslim harus mengetahui ketiga-tiga juzuk ini sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya dan memegang serta mengamalkannya sehari-hari.
Ilmu Tauhid untuk bertugas membahas soal-soal i’tiqad, seperti i’tiqad mengenai keTuhanan, keRasulan, hari akhirat dan lain-lain sebagainya .
Ilmu Fiqih bertugas membahas soal-soal ibadat lahir, seperti solat, puasa, zakat, naik haji dan lain
Ilmu Tasawwuf bertugas membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak dan budi pekerti, bertalian dengan hati, yaitu cara-cara ikhlas, khusyu, tawadhu, muraqabah, mujahadah, sabar, ridha, tawakal dan lain-lain.
Ringkasnya: tauhid ta’luk kepada i’tiqad, fiqih ta’luk kepada ibadat, dan tasawwuf ta’kluk kepada akhlak
Kepada setiap orang Islam dianjurkan supaya beri’tiqad sebagaimana yang diatur dalam ilmu tauhid (usuluddin), supaya beribadat sebagaimana yang diatur dalam ilmu fiqih dan supaya berakhlak sesuai dengan ilmu tasawwuf.
Justeru itu, dalam persoalan seseorang muslim itu WAJIB mempunyai akhlak yang mulia, maka hendaklah dia mempelajari Ilmu Tasawwuf agar dia jadi seorang yang sabar, pemurah, berani, tegas, pemurah dan segala sifat-sfat terpuji menghiasi dirinya. ADAKAH INI ILMU SYIAH ?
Nanti Wahabi Salahpi akan kata : …. Di zaman Rasulullah SAW tidak ada istilah ILMU TASAWWUF.
Maka kita jawab : …. Di zaman Rasulullah SAW juga tidak ada istilah Ilmu Hadis, Ilmu Qiraat Al Quran, Ilmu Tajwid, Ilmu Nahu, Ilmu Saraf dan lain-lain. Kesemua ilmu-ilmu tersebut kebanyakannya di susun setelah Rasulullah SAW wafat selama 200 hingga 300 tahun. Mungkin kerana Ilmu Tajwid dan Qiraatul Quran itu disusun sekitar 250 tahun selepas kewafatan Rasulullah SAW maka ramai puak Wahabi Salahpi tidak mahu mempelajarinya kerana pada mereka itu ilmu bida’ah.
Dan dari Ilmu Tasawwuf disusun wirid-wirid zikir, agar seseorang Muslim itu dikala tidak ada iabadah khusus yang mereka lakukan seperti solat, baca Al Quran dan sebagainya. Maka masa yang ada diisi dengan melafazkan zikir dan wirid. Sambil memandu kereta mereka berzikir wirid. Sambil berjalan, sambil, berdiri, sambil berbaring, sambil duduk, mereka akan berzikir. APAKAH BERZIKIR MENGINGATI ALLAH ITU BIDA’AH ? Jika ya, nyata sekali Wahabi Salahpi ini tidak mengikuti Al Quran dan Sunnah. Kesimpulannya ; Wahabi Salahpi BUKAN Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Ingat nasihat Imam Maliki dan Imam Syafei :
1. Nasihat Imam Syafei :
فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح
فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح
Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya. Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?
[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]
Sayang nyabait dari diwan ini telah dihilangkan oleh wahabi salahpi dalam kitab diwan syafei yg dicetak oleh percetakan wahabi…..
2. . Nashihat IMAM MALIK RA:
و من تصوف و لم يتفقه فقد تزندق
من تفقه و لم يتصوف فقد تفسق
و من جمع بينهما فقد تخقق
“ dia yang sedang Tasawuf tanpa mempelajari fikih rusak keimanannya , sementara dia yang belajar fikih tanpa mengamalkan Tasawuf, rosaklah dia . hanya dia siapa memadukan keduaannya terjamin benar .
Imam Maliki dan Imam Syafie adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
JADI DI MANA SYIAHNYA TASAWWUF ?
Seperti biasa. Apabila hujjah Wahabi Salahpi dapat dipatahkan, maka Wahabi Salahpi akan menuduh si penghujjah sebagai AHBASH.
Mengapa AHBASH ?
Kerana AHBASH adalah sebuah gerakan Ahlus Sunnah Wal Jamaah bermazhab Syafie di zaman ini yang banyak mendapat kejayaan membawa dalil dari Al Quran dan Sunnah dan ijithad ulamak-ulamak muktabar dalam mendedahakn kesesatan Wahabi Salahpi membida'ahkan dan mensyirikkan umat Islam (takfir) yang tidak sefahaman dengan mereka. Maka bertungkus lumuslah Wahabi Salahpi memomok-momokkan AHBASH agar masyarakat takut kepada AHBSAH. Bila masyarakat takut dan benci kepada AHBASH, maka hujjah AHBASH dalam mendedahkan kesesatan Wahabi Salahpi tidak diterima oleh masyarakat. Maka semakin senanglah Wahabi Salahpi menyesatkan masyarakat dan mengajar mereka berlaku takfir (membida'ahlan, menyesatkan dan mensyirikkan orang yang tidak sependapat dengan mereka).
Jika anda digelar AHBASH oleh pengikut Wahabi Salahpi, maka BERSYUKURLAH. Kerana Wahabi Salahpi telah mengiktiraf anda sebagai pejuang Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang menentang perbuatan takfir oleh Wahabi Salahpi.](https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfp1/t1.0-9/1465379_697697420241893_1448564564_n.jpg)
No comments:
Post a Comment