Saturday, 28 June 2014

Akhlak Buruk Al Bani



Pemuja Ahli Bidaah , Mohamad Abdul Wahab Al Wahabiy dan pemuja Tukang Repair Jam Al Bani mengatakan Mat Taiko ini tak berakhlak sebab MEMBODOH PIANGKAN mereka.

Aikk .... baru kena bodoh piang kau tuduh aku tak ada akhlak ????

Jom kita tengok akhlak Tukang Repair Jam Al Bani ....

Dalam kitab Qamus Syata’im Al-Albani , terlihat jelas bahwa Albani sang muhadits palsu ciptaan wahabi ternyata suka mencaci maki dan menghina dengan ungkapan yang tidak sopan . beberapa diantaranya adalah:

• himar khassaf (keledai dungu)
• waqah (tidak punya rasa malu)
• syiddatu humqih (sangat tolol!)
• dhahalatu aqlih (sesat otaknya)
• istifhalu jahlil (ketololannya amat sangat!)
• jahul (orang tolol!)
• mubtadi’ (ahli bid’ah)
• dhal (sesat)
• kadzdzab (pendusta)
• mumawwih (pemalsu)
• mulabbis (penipu)
• ghairu mu’tamin ‘ala din (tidak amanah dalam agama)
• kanud (kufur nikmat)
• jahil (orang bodoh)
• halik (binasa)
• muta’ashshib (fanatik)
• azhim ul-ghaflah (sangat sembrono)
• thabl la yadri ma yakhruj min ra’sih (gendang yang tidak tahu apa yang keluar dari kepalanya)
• ka dhartati ‘air fi al-’ara (seperti ringkikan keledai liar di tanah lapang)
• fanzhuru ila iffatihi bal ufunatih (lihatlah kebersihannya bahkan kebusukan-kebusukannya)
• huwa akdzab min himari hadza (dia lebih dusta dari keledaiku ini)
• rafidhi mitslu al-himar (dia seorang rafidhi seperti keledai)

Dan masih terlalu banyak lagi ungkapan-ungkapan kotornya yang lain, yang itu menunjukan KERENDAHAN akhlaknya dan KETIDAK layakannya untuk diikuti dan diambil ilmu darinya. Lihatlah wahai para pembaca KHUSUSNYA pemuja Albani ! SEBENARNYA DIA SEDANG MEMPERTONTONKAN AIBNYA DAN KETOLOLANNYA SENDIRI!

Aku rasa antara akhlak Al Bani dan akhlak Mat Taiko .... aku tak segan silu mengatakan akhlak aku LEBIH BAIK dan LEBIH MULIA dari Albani dan AQIDAH aku juga adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah bukannya Wahabiy hehehe

Jika dia adalah pakar ulama hadits (seperti klaim para pengikutnya), maka apakah layak dirinya dipercayai dalam menshahihkan dan mendha’ifkan hadits-hadits Nabi SAW?

Seorang perawi hadits yang makan sambil berdiri atau duduk-duduk di pinggir jalan saja TIDAK BOLEH diterima hadits-haditsnya, apalagi ini, al-Albani yang gemar mencaci-maki (Apalagi dia sudah terbukti kecerobohannya dan kebohongannya).

LAYAKkah ulama hadits berakhlaq seperti itu?

Tidakkah dia mengamalkan hadits-hadits Nabi SAW tentang akhlaq ???

CUBA ANDA FIKIR APAKAH IA LAYAK DIKATAKAN ULAMA YANG BER-AKHLAK SEBAGAIMANA UNGKAPAN WAHABI SALAFI BERDASARKAN PEMAHAMAN SALFUS SHOLEH YANG DI DENDANGKAN WAHABI SALAFI ?? APAKAH SALAFUS SHOLEH KELAKUANNYA SEPERTI ALBANI ? sebaiknya otak sihat itu diletakkan pada tempatnya. Hehehe

No comments:

Post a Comment